Pembinaan Personil Guru/Karyawan SMP Hang Tuah 3

Hari ini Rabu tanggal 29 Nopember 2017 sekitar pukul 09.30 sampai dengan pukul 10.00 WIBB, dilaksanakan Pembinaan Personil oleh bapak Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah bagi Guru/Karyawan SMP Hang Tuah 3.

Kepala Sekolah menggaris bawahi untuk kesiapan Penilaian Semester 1 Kelas VII/VIII dan Ujian Semester 1 Kelas IX, meliputi kesiapan Kisi-Kisi dan Naskah Soal, Perangkat Administrasi Pembelajaran, Penilaian  dan Pelaporan Hasil Belajar, Administrasi Keuangan dan Agenda Perkemahan Jum’at Sabtu untuk Ekskur Pramuka.

Pengawas Sekolah memberikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2017, menggaris bawahi bahwa menjadi Guru adalah pilihan kita untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru diibaratkan sebagai busur, sedangkan siswa diibaratkan sebagai anak panah. Anak panah akan meluncur dengan cepat dan tepat menuju sasaran bila menggunakan busur yang kuat.

Guru memikul tanggung jawab yang besar dengan adanya amanat yang diembannya, yaitu amanat dari orang tua, amanat dari pemerintah dan amanat dari Tuhan. Seorang guru harus bisa menjaga amanat dari orang tua yang telah menyekolahkan putra-putrinya di sekolah, dengan cara dididik dengan baik dan penuh kasih sayang.

Seorang guru juga harus menjaga amanat dari pemerintah, karena pemerintah juga telah memberikan bantuan operasional pendidikan ke sekolah-sekolah melalui Dana BOS, Bantuan Sosial Kartu Jakarta Pintar dan Tunjangan Sertifikasi ataupun Tunjangan Fungsional.

Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang guru, maka sudah menjadi kewajibannya untuk menyampaikan dan mewariskannya kepada generasi muda, generasi penerus bangsa. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, ilmu yang akan menuntun kita menuju jalan ke surgaNya, aamiin.

Tahukah Anda?

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur’an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan..

*taukah anda*….?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

*taukah anda*…..?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

*taukah anda*…..?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

*taukah anda*……?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

*taukah anda*……?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

*taukah anda*……?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: “sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku’ atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut”.
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah… dan tahanlah lebih lama ruku’ dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

*taukah anda*…….?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

*taukah anda*…….?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

*taukah anda*…….?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

*_semoga manfaat_*

Cara Mematikan Komputer dan Laptop Secara Otomatis

Curhat : “Aduuh!!!  Si Lala itu lho Om, kalo main komputer suka lupa matiin, sampe pagi hari komputernya masih nyala, ehhh, Lalanya malah asyik tidur. Gimana ya om, caranya supaya komputernya bisa mati sendiri, kasih solusinya dong Om!!!”

Tanggapan : “Hmmm, gimana ya caranya, cara mematikan komputer secara otomatis?”

Curhat-er : “Iya iya, iya itu maksudnya om, caranya supaya komputer mati secara otomatis. Bisa nggak Om!”

Tanggapan-er :” oooo, kalo itu sih gampang, saya tahu caranya, cara mematikan komputer secara otomatis.”

Pada kesempatan ini saya akan menulis artikel bagaimana cara mematikan komputer secara otomatis. Tentunya banyak manfaat yang dapat kita ambil pelajaran dari artikel ini. Mungkin kita pernah ketiduran saat menonton televisi, lupa mematikan AC saat kita bepergian, lupa mematikan komputer karena kecapekan, dan lupa-lupa lainnya. Kan malu kalo lagi tidur kita ditonton sama komputer, iya kalau nggak ngiler, kalau lagi ngiler? hehehe

Tentunya hal tersebut merugikan kita, sudah boros listrik dengan biaya yang mahal, perangkat elektronik kita juga lebih cepat rusak karena pemakaian dan panas yang berlebih. Padahal, hampir setiap perangkat elektronik kita dapat di atur dengan jadwal, kapan aktif dan non aktif.

Baik, langsung saja, berikut adalah perintah untuk mematikan komputer secara otomaris dalam waktu 4 menit, perintahnya adalah :

shutdown /s /f /t 240

Keterangan perintah :

Shutdown /s      : perintah untuk mematikan komputer

/f                            : atau force close, yaitu perintah untuk mematikan komputer secara paksa

/t 240                    : atau timer 240 detik, yaitu pengaturan waktu kapan komputer secara otomatis akan mati, satuan yang digunakan adalah detik.

Dengan perintah tersebut, maka dalam rentang waktu 240 detik (4 menit) maka komputer akan mati secara otomatis. Jika menginginkan 1 jam lagi komputer kita mati secara otomatis, maka angka 240 diganti menjadi 3600 (3600 di dapat dari perkalian 60 menit x 60 detik =  3600 detik).

Peringatan Keras :

Jika perintah tersebut Anda jalankan, maka secara otomatis program komputer yang sedang Anda jalankan akan ditutup secara paksa. Tapi jangan kuatir, 2 atau 4 menit menjelang komputer mati, biasanya komputer akan memberi tahu, komputer akan mati secara otomatis.

Kalau Anda ingin membatalkan perintah ini, Anda cukup mengganti perintahnya dengan perintah : shutdown /a

Cukup mudah bukan?

Mudah sih mudah Om, tapi gimana caranya:

O iya, berikut adalah cara menjalankan perintah mematikan komputer secara otomatis dalam waktu 4 menit :

  1. Klik tombol Start
  2. Pada kotak kosong (kotak pencarian file dan program) di bawah menu All Programs, ketikkan perintahnya : shutdown /s /f /t 240
  3. Jika Anda berhasil, maka akan muncul kotak komentar pemberitahuan : Windows will shut down in 4 minutes
  4. Klik Close untuk menutup kotak dialog

Baik teman-teman, itu tadi adalah sedikit ceritaku untuk Anda yang ingin tahu caranya mematikan komputer secara otomatis. Semoga artikel Cara Mematikan Komputer Secara Otomatis ini bermanfaat.

Tak Ada Alasan Bagi Kita Untuk Tidak Menghormati Orang Tua

Kalau kita mau sedikit mengingat, bagaimana menderitanya seorang ibu dalam kehamilan dan dalam proses persalinan, niscaya tangan beliau akan segera kita ambil, untuk segera kita cium

 

Luqman teringat masa kecilnya yang bandel dan nakal. Bertingkah selalu menyebalkan orang tuanya, terutama ibunya. Susah disuruh, susah diminta tolong, dan susah diajak shalat. Terutama kalau sedang main. Kalo lagi datang ngambeknya, semua perabotan yang terjangkau diobrak-abrik. Tanpa perasaan bersalah. Luqman kecil digelari julukan sama saudara-saudaranya, ‘jelek adat’.

Sifat jelek yang dulu dianggap wajar tersebut terbawa hingga remaja dan dewasa. Kini, ketika sudah menjadi ayah, dan menyaksikan sendiri penderitaan yang dialami istrinya, ibu dari bayinya, ia menjadi tahu betapa seorang anak manusia itu betul-betul harus [bukan sekedar harus] menghormati dan menyayangi orang tuanya, terutama ibunya.

Luqman ikut merasakan sendiri kesakitan yang dirasakan istrinya ketika hamil. Mulai dari rasa pegal yang tak kunjung hilang di seputar pinggang, kecuali setelah melahirkan. Terus harus bersikap ekstra hati-hati dalam tidur, berjalan dan berbuat. Dan seribu satu macam rasa yang cukup membuat tidur sang istri yang sedang hamil terganggu.

Bahkan setelah melahirkan pun, beban yang harus dipikul olehnya masih ‘terus berlangsung’. Begitu capenya istrinya itu mengasuh bayinya, begitu letihnya istrinya merawat sang bayi. Sebuah beban, yang layak disebut ‘penderitaan’. Hanya saja karena cintanya sebagai seorang ibu, kasihnya yang membuat istrinya itu tidak menganggap hal tersebut sebagai penderitaan.

Demi menyaksikan sendiri pengalaman kehidupan yang dialami istrinya yang begitu berat, membuat luqman segera ingin sujud, mencium kaki bundanya. Meminta maaf atas segala kesalahannya dimasa kecil, remaja dan dewasa, dimana ia merasa pernah bertindak melampaui batas, tidak menghormatinya dan menjadi anak yang bandel. Ia mengukur, kiranya begitu pulalah peristiwa hidup ketika ia dikandung dan dilahirkan bundanya.

Ya, rasanya tak pantas kita menjadi anak yang begitu durhaka terhadap orang tua kita sendiri. Kita akan merasakannya, apalagi buat sebagian kita yang saat ini sudah memiliki anak. Pengalaman selama kehamilan istrinya dan pengalaman pasca kehamilan, seharusnya mengajarkan kita untuk bisa menaruh hormat dan kasih sayang yang berlebih buat orang tua kita. Sekali lagi terutama buat ibu kita. Takkan pernah terbayar, takkan pernah terbayar…..!

 Bu…,

Andai waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya kami menjadi anak yang hormat & sayang kepada Ibu

Kepada Tuhan, ampunkanlah segala kesalahan dan dosa orang tua kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami

Bila keridhaan-Mu pada keridhaan orang tua kami, maka ridhailah orang tua kami agar mereka meridhai kami juga. Andai Engkau sayang kepada kami lantaran kami sayang kepada orang tua kami, jadikanlah kami anak-anak yang menyayangi mereka, dalam suka, dan dalam duka.

Bila kami sedikit membayang, bagaimana kami dalam asuhan orang tua, dekapan orang tua, terutama ibu, rasanya takkan pernah tertebus segala kebaikan mereka, dan rasanya tak wajar bila kami melihat celah keburukannya. Sekedar ngantuk tak dihiraukannya, sekedar cape tak juga diindahkannya, semuanya demi kami, anak-anaknya.

Wahai Pemilik surga dengan segala kenikmatan, andai Engkau takdirkan surga menjadi tempat kami kelak di hari akhir, maka orang tua kamilah yang lebih layak memasukinya terlebih dahulu. Dan andaikan neraka yang menjadi tempat bagi orang tua kami –ah, tak sanggup saya mengatakan ini, kami lebih suka mengatakan andai bukan surga tempat orang tua kami-, maka biarlah kami yang menjadi penebus bagi orang tua kami. Engkau Pemilik hari akhir, dan di hari akhir ada ampunan dan azab-Mu, sedang Engkau Maha Pengampun lagi penuh belas kasih, maka ampunilah kami ya Allah.

Pelajaran Berharga Dari Budaya Mengantri

Yuk, hari ini kita coba merenung dan dan berpikir sejenak, mengambil pelajaran berharga dari budaya MENGANTRI. Mengantri? Ya, antri atau mengantri, menunggu datangnya giliran.

Emangnya ada pelajaran berharga dari mengantri? Hmmm, ada nggak ya? Kalau kita mau merenung sejenak, sambil mengingat-ingat betapa tidak enaknya kalo kita capek-capek antri, tiba-tiba antrian kita diserobot orang lain, kita tentunya bisa merasakan dan mengambil pelajaran berharga dari budaya mengantri.

Pelajaran berharga dari budaya mengantri diantaranya adalah belajar manajemen waktu, belajar bersabar, belajar menghargai hak orang lain, belajar berdisiplin, belajar hidup teratur, belajar untuk jujur dan masih banyak pelajaran yang dapat diambil dari sebuah kata “MENGANTRI”.

Belajar Manajemen Waktu

Pelajaran berharga dari budaya mengantri yang pertama adalah belajar manajemen waktu. Dari kegiatan mengantri kita bisa belajar untuk memanajemen waktu, menggunakan waktu sebaik-baiknya dan tidak menunda-nunda untuk bersegera. Katakanlah Anda ingin menonton film baru di bioskop dengan kapasitas 100 penonton dan loket di buka pukul 13.00. Karena filmnya bagus dan penontonnya banyak, jumlah antrian s.d pukul 12.30 sudah mencapai 100 orang. Jika perjalanan ke gedung bioskop membutuhkan waktu 30 menit, apakah Anda akan berangkat dari rumah pukul 12.15.

Atau contoh lainnya, jarak rumah Anda ke kantor dapat ditempuh dalam waktu 15 menit di pagi hari antara pukul 06.00 s.d 06.15 dan bisa menjadi 60 menit waktu tempuh antara pukul 07.30 s.d 08.30. Anda bisa memutuskan sendiri, berangkat lebih pagi dan tidak macet, atau sedikit bersantai di rumah dan lebih capek di perjalanan.

Anda adalah orang yang paling tahu waktu-waktu penting Anda, Jadi,  aturlah waktu Anda sebaik-baiknya, karena waktu amatlah berharga, waktu adalah uang.

Belajar Melatih Kesabaran

Pelajaran berharga dari budaya mengantri yang kedua adalah belajar melatih kesabaran. Dengan mengantri berarti kita belajar melatih kesabaran, kesabaran menunggu giliran tiba, terutama kalo kita ada di antrian paling belajar. Suka atau tidak suka, kita harus bersabar menunggu giliran. Di lain waktu, jika kita tidak ingin berlama-lama mengantri, maka kita putuskan untuk segera bersegera tanpa menunda-nunda waktu.

Jadi, sabar ya, yang sabar menunggu giliran tiba.

Belajar Menghargai Hak Orang Lain

Pelajaran berharga dari budaya mengantri  yang ketiga adalah belajar menghargai hak orang lain. Mengantri berarti kita belajar menghargai hak orang lain, kita tidak boleh menyerobot antrian orang-orang yang telah datang terlebih dahulu. Kalo kita menyerobot antrian orang lain dengan berbagai macam alasan, berarti kita tidak menghargai hak orang lain, hak untuk dilayani sesuai giliran.

Jadi, jangan menyerobot antrian orang ya, kan kasian!

Belajar Disiplin, Teratur dan Bertanggung Jawab

Pelajaran berharga dari budaya mengantri  yang keempat adalah belajar disiplin, teratur dan bertanggung jawab. Dengan mengantri berarti kita belajar untuk hidup disiplin dan teratur, mendahulukan yang seharusnya dahulu dan mengakhirkan yang seharusnya terakhir. Tidak mendahulukan yang seharusnya belakangan dan tidak menunda yang seharusnya duluan. Jika Anda tidak mau mengantri, Anda harus bertanggung jawab jika terjadi kekacauan dan ketidakteraturan akibat dari ulah Anda yang ingin duluan.

Dengan mengantri, berarti Anda membangun pribadi yang disiplin, teratur dan bertanggung jawab.

Belajar Untuk Jujur

Pelajaran berharga dari budaya mengantri  yang kelima adalah belajar untuk jujur. Dengan mengantri berarti kita belajar berlaku jujur, jujur pada diri sendiri dan jujur kepada orang lain. Misalnya Anda ingin pulang kampung dan Anda harus memiliki tiket kereta api yang harus Anda beli di loket kereta api. Apakah Anda tidak malu kepada mereka yang lebih dulu datang dengan menyerobot antrian mereka baik dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, apalagi disana ada anak-anak dan orang-orang yang sudah tua yang sudah lebih awal datang dan setia mengantri.

Masih banyak pelajaran berharga dari budaya mengantri lainnya yang bisa kita jadikan pelajaran berharga, coba Anda pikirkan dan Anda renungkan. Dengan bersedia mengantri berarti turut serta menjaga ketertiban umum.

Bebek aja mau antri, masak Anda nggak mau antri.