Pelajaran Berharga Dari Budaya Mengantri

Yuk, hari ini kita coba merenung dan dan berpikir sejenak, mengambil pelajaran berharga dari budaya MENGANTRI. Mengantri? Ya, antri atau mengantri, menunggu datangnya giliran.

Emangnya ada pelajaran berharga dari mengantri? Hmmm, ada nggak ya? Kalau kita mau merenung sejenak, sambil mengingat-ingat betapa tidak enaknya kalo kita capek-capek antri, tiba-tiba antrian kita diserobot orang lain, kita tentunya bisa merasakan dan mengambil pelajaran berharga dari budaya mengantri.

Pelajaran berharga dari budaya mengantri diantaranya adalah belajar manajemen waktu, belajar bersabar, belajar menghargai hak orang lain, belajar berdisiplin, belajar hidup teratur, belajar untuk jujur dan masih banyak pelajaran yang dapat diambil dari sebuah kata “MENGANTRI”.

Belajar Manajemen Waktu

Pelajaran berharga dari budaya mengantri yang pertama adalah belajar manajemen waktu. Dari kegiatan mengantri kita bisa belajar untuk memanajemen waktu, menggunakan waktu sebaik-baiknya dan tidak menunda-nunda untuk bersegera. Katakanlah Anda ingin menonton film baru di bioskop dengan kapasitas 100 penonton dan loket di buka pukul 13.00. Karena filmnya bagus dan penontonnya banyak, jumlah antrian s.d pukul 12.30 sudah mencapai 100 orang. Jika perjalanan ke gedung bioskop membutuhkan waktu 30 menit, apakah Anda akan berangkat dari rumah pukul 12.15.

Atau contoh lainnya, jarak rumah Anda ke kantor dapat ditempuh dalam waktu 15 menit di pagi hari antara pukul 06.00 s.d 06.15 dan bisa menjadi 60 menit waktu tempuh antara pukul 07.30 s.d 08.30. Anda bisa memutuskan sendiri, berangkat lebih pagi dan tidak macet, atau sedikit bersantai di rumah dan lebih capek di perjalanan.

Anda adalah orang yang paling tahu waktu-waktu penting Anda, Jadi,  aturlah waktu Anda sebaik-baiknya, karena waktu amatlah berharga, waktu adalah uang.

Belajar Melatih Kesabaran

Pelajaran berharga dari budaya mengantri yang kedua adalah belajar melatih kesabaran. Dengan mengantri berarti kita belajar melatih kesabaran, kesabaran menunggu giliran tiba, terutama kalo kita ada di antrian paling belajar. Suka atau tidak suka, kita harus bersabar menunggu giliran. Di lain waktu, jika kita tidak ingin berlama-lama mengantri, maka kita putuskan untuk segera bersegera tanpa menunda-nunda waktu.

Jadi, sabar ya, yang sabar menunggu giliran tiba.

Belajar Menghargai Hak Orang Lain

Pelajaran berharga dari budaya mengantri  yang ketiga adalah belajar menghargai hak orang lain. Mengantri berarti kita belajar menghargai hak orang lain, kita tidak boleh menyerobot antrian orang-orang yang telah datang terlebih dahulu. Kalo kita menyerobot antrian orang lain dengan berbagai macam alasan, berarti kita tidak menghargai hak orang lain, hak untuk dilayani sesuai giliran.

Jadi, jangan menyerobot antrian orang ya, kan kasian!

Belajar Disiplin, Teratur dan Bertanggung Jawab

Pelajaran berharga dari budaya mengantri  yang keempat adalah belajar disiplin, teratur dan bertanggung jawab. Dengan mengantri berarti kita belajar untuk hidup disiplin dan teratur, mendahulukan yang seharusnya dahulu dan mengakhirkan yang seharusnya terakhir. Tidak mendahulukan yang seharusnya belakangan dan tidak menunda yang seharusnya duluan. Jika Anda tidak mau mengantri, Anda harus bertanggung jawab jika terjadi kekacauan dan ketidakteraturan akibat dari ulah Anda yang ingin duluan.

Dengan mengantri, berarti Anda membangun pribadi yang disiplin, teratur dan bertanggung jawab.

Belajar Untuk Jujur

Pelajaran berharga dari budaya mengantri  yang kelima adalah belajar untuk jujur. Dengan mengantri berarti kita belajar berlaku jujur, jujur pada diri sendiri dan jujur kepada orang lain. Misalnya Anda ingin pulang kampung dan Anda harus memiliki tiket kereta api yang harus Anda beli di loket kereta api. Apakah Anda tidak malu kepada mereka yang lebih dulu datang dengan menyerobot antrian mereka baik dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, apalagi disana ada anak-anak dan orang-orang yang sudah tua yang sudah lebih awal datang dan setia mengantri.

Masih banyak pelajaran berharga dari budaya mengantri lainnya yang bisa kita jadikan pelajaran berharga, coba Anda pikirkan dan Anda renungkan. Dengan bersedia mengantri berarti turut serta menjaga ketertiban umum.

Bebek aja mau antri, masak Anda nggak mau antri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *